Thursday, November 10, 2011

I Fall in Love with today (everyday!)


Ada satu pepatah yang ngga akan gw lupakan, diucapkan oleh salah satu Laoshi favorit gw di kampus (dan belakangan gw tau, seperti nya setiap dosen native dari China bener-bener suka sama kata-kata ini) :
Saat kamu merasa kehilangan, sesungguhnya kamu sedang mendapatkan sesuatu. tetapi sebaliknya, saat kamu merasa mendapatkan sesuatu, sesungguhnya disaat itu kamu sedang kehilangan juga. 
A simply good words, but a real deep meaning, if you want to think deeper.
Ini benar-benar menyangkut SEMUA yang terjadi dalam hidup, lho! and i just realized and found it :)
Gw.. entah mengapa selalu ngerasa akhir-akhir ini 'ditinggalkan', 'kehilangan' entah karena gw belum bisa beradaptasi sama perubahan yang ada, dan juga masalah *uneg-uneg* yang belum sempat dikatakan.

Tapi, this is me. Gw orang yang gampang sekali down, even buat hal-hal kecil, tapi sebaliknya juga gampang sekali excited dengan kesenangan-kesenangan kecil yang happening secara unpredictable in my life. Daaaan oleh karena itu, gw ngerasa sangat-sangat bersyukur :D  
mungkin filosofi nya seperti gelembung yang ditiup : gampang sekali pecah, tetapi untuk membuat gelembung yang baru, bukanlah hal yang sulit. this is just me!

Now, i wanna share the little things that can really made me feel that actually i was very lucky, i am very lucky.

  • I found a really great partner for my important assignment (or even called : mini skripsi). actually she's a friend of mine from my 1st semester, she's nice, smart, and cooperative, but i get closer to her because of this assignment, and i found i was very lucky to have a great partner and a great 'new' friend! :D
  •  I have done my speech (this is somehow a ritual for every year in my college, especially Chinese Literature). Dan entah kenapa untuk pidato kali ini, gw ngerasa sangat-sangat puas! ngerasa ada perkembangan banget, dan untuk tidak menjadi 'the tallest of the seven dwarfs' anymore! :)
  • i loved sushi! kemaren abis icip-icip sushi di hachi-hachi yang porsi nya dewa abis, dan enaaaaakkk :9 hahahaha, lebay yah. tapi inilah, entah kenapa hal-hal kecil membuat gw ngerasa lucky anyway :)
  • gw bertemu dan punya waktu dan kesempatan untuk chit-chat sama seorang temen baeeeee gw setelah sekian lamaaa (engga juga sih, mungkin gara-gara tiap hari ada dia terus kemaren, tapi sekarang berasa susa ditemuin, dan that's why i loved this little thing!) hanya sekadar  ditemenin makan siang, cerita hal-hal kecil dan jahat >:) yang bisa membuat kami terpingkal-pingkal, bertukar pikiran, dan saling mengejek lagi, it was really a pleasure for me! daaaan disaat itu, lagi-lagi gw dapet kesimpulan baru : 
" jangan menjadi terlalu baik pada saat yang tidak tepat, karena terlalu baik bisa saja membuatmu menjadi jahat di mata orang-orang. Sebaliknya, sesuatu yang terkesan jahat banget pun bisa menjadi baik, kadang-kadang. I won't prefer both of it, tapi jadilah seperti air yang bisa menyesuaikan diri, karena life is about adaptation :) "
  • Lagi in process of reading Amy Chua's Book : The Battle Hymn Of a Chinese Mother, which is bakal menjadi topik mini skripsi gw dan partner gw, membahas tentang cara didik ala Ibu China - somehow pas ngebaca, gw langsung mengerti kenapa dulunya gw diajarin seperti ini oleh nyokap gw.
Overall, hidup boleh saja digunakan untuk bersedu-sedan, menangisi hal-hal yang mungkin bisa 'membersihkan' lukamu (yeaaa gw lebayy), tapi tetap saja setelah fase itu, kamu akan menyadari lebih dalam kalo sebenarnya you have live your life perfectly with love surrounding around you, everywhere! you are loved because actually you are lovable!
so?
You ARE lucky.
I am lucky ;)

Monday, October 31, 2011

Kawan, jenuhkah?

Sudahkah kau merasa lelah menemani perjalanan yang kuduga masih panjang ini? Karena aku pun tak menyangka bahwa kau akan semudah itu merasa lelah, merasa jenuh dengan semua ini.
Mungkin aku hanya butuh sedikit waktu untuk beristirahat di tepian jalanan tak berpelancong, mengalunkan lagu lama kita dengan sedikit nada putus asa, berharap kaki ku bisa dengan cepat beradaptasi dengan jalanan asing tanpa ditemani oleh 'sandal jepit'....

Bukankah kau yang berkata kita sebaiknya tetap saling mengingatkan di kala salah seorang dari kita berbuat cela?
Kau begitu berharga dan sayang untuk ditinggalkan, kawan.
Tapi melihatmu sekarang, hanya ada sekelumit hampa yang rumit, sebongkah batu es yang seakan tak bisa mencair.. begitu asing, tapi dekat.
Untuk apa?

Kawan, tau kah kau bahwa aku bersedih dan berduka?
Untuk 'kematian'mu, kurasa.
Untuk bergelas-gelas kehangatan, canda tawa, dan cerita yang pernah kita minum bersama, bahkan memabukkan...
Untuk berderai-derai sorak sorai yang pernah melambungkan kita melampaui batas angan dan mimpi kita...
Untuk berjuta-juta cermin yang saling kita rogoh dan suguhkan agar kita bisa sama-sama berkaca dan memperbaiki karakter kita....
Untuk rasa kepercayaan, keterbukaan, kejujuran yang pernah kita sulang dalam kesepakatan ringan itu....

Kemana? Aku mulai bingung dan bertanya-tanya.

Tapi tenang saja, kawan.
Aku tidak akan membuatmu merasakan kesedihanku, walaupun aku tahu aku sedang berbohong sekarang - itu sangat sulit, kawan! Tapi tidak, ini tidak akan terulang.

Walau 'sandal jepit' ini putus, aku berjanji kepada diriku sendiri untuk akan menentengnya sampai ke ujung dunia sekalipun! Karena kau lah salah satu kawan terbaik yang mengenalkan dunia kepadaku, jadi apapun yang terjadi, pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu.

Maaf untuk terus meracau tanpa ada kesempatan untuk memperbaiki kerusakan ini.
i think i need a logical answer, my man.
Maaf untuk menjadi sebal melihat keasingan dalam dirimu yang tiba-tiba mencuat begitu saja, kau pantulkan dengan begitu silau, sampai menohok ulu hati.

I think i just need a little bit time to talk, just the two of us. I don't care what's going on later, but.. i just...trust you. You won't make it worse, or at least, you have a completely logical reason if you decide to do so.

darimu, aku belajar menghargai persahabatan yang sangat berharga, dan darimu aku akan belajar cara mempraktekkan nya. 

I wish i could protect this relationship of ours, until we grow old. until the end. until there's no more yesterday, today, and tomorrow. :')

It's sad to see, kemelekatan yang masih begitu kentara, aku sedih. Ingin sekali hanya menyadari dan menerima perasaan kehilangan seperti ini. tapi hal ini justru terus membuatku merasa sedih :(

Saturday, October 22, 2011

Dengan begini, senangkah saya?

Ada pepatah China yang mengatakan "Hǎo mǎ bù chī huítóu cǎo 好马不吃回头草" yang artinya bahwa orang sukses tidak akan kembali ke tempat yang sudah pernah ditinggalkannya. *kira-kira begitu*
Tapi entah kenapa hari ini gw pengen banget cerita, berbagi sama orang yang bakalan mengerti tentang perasaan apa yang sedang gw rasakan sekarang. Entahlah. Siapa saja :(
Tapi malah semuanya seperti sibuk dan cape sendiri, engga enak buat ngerepotin :(
Perasaan seperti ini, antara senang tapi tidak merasa senang banget juga; bersyukur atas kesempatan dan karma yang telah berbuah, tetapi tidak menemukan sisi yang tepat untuk berucap syukur secara tulus; sangat menginginkan kesempatan seperti ini, tetapi setelah kesempatan itu datang, yang ada malah bimbang tak berujung.

Kenapa, ya? Apa karena semua yang ada disana mengingatkan kepada gw ketidaknyamanan yang pernah gw rasakan di tempat terdahulu? Lingkungannya, bau nya, suara ceria anak-anak yang menyenangkan sekaligus menusuk, tas-tas sekolah serta cara mereka bercerita kepada gw, semua semuanya...
"it's not my passion." i ever said, but i miss it a lot.

Sekarang, gw bagai disodorkan cokelat yang gw tau itu akan pahit, tapi juga manis. manis, tapi gw tau akan membuat gw sakit gigi. sakit gigi, tapi gw tau obat apa yang bisa menyembuhkan, walau obat itu akan pahit seperti kandungan rasa awal dari cokelat yang gw mau. Ini seperti buah simalakama, bung! Kenapa harus gw makan saat gw tau rasanya seperti apa? mungkin dari hati yang terdalam, gw akan menjawab karena gw belum pernah benar-benar menikmati dan belajar dari rasa itu. gw belum bisa menyembuhkan sakit gigi itu dengan baik, dan malah lari dari kenyataan. Sekarang rasanya gw sudah cukup dewasa untuk makan 'cokelat' ini lagi, tapi kali ini gw akan memastikan bahwa gw benar-benar bisa mengobatinya dan menikmatinya.

Life is bittersweet. 
That's what i learned. 
And if you think that it's not comfort for you, actually you've learned a lot. 
*yeah, i should appreciate for those opportunity to let me grow and understand by myself what is full-responsibility. 
I think that's why people say : stay away from your comfort-zone. if you think you've been comfort, then let go of it. get out of there.

Oke, let's honestly say, gw ngajar lagi, man! bertemu lagi dengan anak-anak kecil yang sangat menggemaskan sekaligus mengerikan. anak-anak kecil yang memberikan kehangatan, tapi harus waspada biar ngga 'kebakaran'. anak-anak kecil yang membuat gw benar-benar mengerti apa itu kesabaran, belajar didalamnya, dan berusaha menahan ngantuk.
Anak-anak kan harapan bangsa, ngga bole macem-macem ye :P hahahaha...

These are some reasons why do i come to the similar first place (again) and becoming laoshi (again) :
  1. Gw kangen sangat kepada anak-anak kecil. disamping mereka smua sangat imut-imut, menurut gw, anak-anak adalah objek yang bagus banget untuk diamati :3
  2. Gw pengen melatih sisi kepekaan gw lagi, menjadi seorang pribadi yang TIDAK HANYA ASIK DAN MENYENANGKAN, tapi tahu kapan HARUS SERIUS dan DIPERHATIKAN DENGAN SERIUS, bukan hanya sekedar boneka ramah nan menyenangkan! *i've been tired for meaningless "friendly!" from everyone whom meet me.
  3. Tentu saja belajar psikologi pendidikan anak, cui. Dimana tadi gw tambah mengerti kenapa setiap anak harus diajarin dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang kalau lo terlalu baik dan menyenangkan, maka dia akan ngelunjak. Tapi ada juga yang kalo lo terlalu serius, dia malah ngga nyaman belajarnya.
  4. Gw ngga mau terlalu 'ngga tegaan' lagi deh. Takut merusak mindset atau pola pikir anak-lah. I realize that they must be handled by different way!
  5. Belajar tentang tanggungjawab yang lebih dalam lagi, time management yang lebih bagus lagi, cara bersosialisasi dengan berbagai generasi yang lebih mantap lagi, cara mengajar yang lebih bagus (biar suatu saat kalau mau buka tempat les sendiri udah punya pengalaman yang cukup), dan tentunya belajar mengenal dan menempatkan diri sendiri pada sikon yang tepat. i got to know that it's not about split personality, but to place myself on the proper place.
anyhoo, semua ini akan dibuktikan oleh berjalannya waktu. dan gw yakin, disini gw bisa berkembang. disini gw bisa belajar banyak. disini... gw bisa mendapatkan apa yang gw butuhkan, dan tentu nya bisa memberikan apa yang bisa gw berikan (terbaik) untuk semua pihak yang terlibat. sadhu, sadhu, sadhu. :D