Wednesday, October 23, 2013

you, and the possibility of falling in love

semesta yang berbahasa
dan semua yang kudengar adalah senyummu
yang menggelitik pasrah di ujung bibirku
senyum pelit itu ternyata begitu mumpuni
masih saja enggan beranjak dan dihanyutkan mimpi
senyum yang kini adalah udara
yang berpapasan... bertubrukan di bilik benak dan nadi
kadang ia melebur bersama angan
bermain bersama khayal
dan sesayup bersenandung kasmaran 
kala lagu cinta bersiul pelan dari ujung radio

manis yang memukau,
indah yang merana
karena kau kutemukan di batas mimpi
yang hendak menyapa nyata
lalu tertahan oleh nafas yang tak sempat terhela
karena begitu terpana

gamang di sela perasaan yang terbata-bata
yang sepenuhnya kuserahkan pada gelombang
partikel, serta energi 
yang terus berpusar dan berpendar
di semesta kita

harapan masih mengatung di angkasa raya
dan senyummu belum terkuak sempurna
masih terus berpapasan dan bermain-main dalam benak
yang kini bertebaran dengan semarak

...aku sudah bersiap, untuk terhempas ke tanda tanya
yang bisa saja muncul di ujung senja selepas hujan
siapa kuasa?

                                                                                                                                                                   


iya. iya. iya.
semua gerak-gerik sudah terekam di otak 
semua caramu memperlakukan lengan kemejamu, botol aqua yang sudah habis terminum, menggaruk kepalamu, tersenyum, menengadahkan kepala, berbicara, ber-anjali, menundukkan sejenak kepalamu, berjalan...
dan... iya.
senyum mu sesaat ucapmu "sampai ketemu lagi" 
2 bulan lalu.

ini benar-benar gila!

dan... iya.


ini adalah kagum yang meminjam topeng jatuh cinta
yang lalu dipinjam oleh perasaan jatuh cinta itu sendiri.
sekarang, apa?
aku lagi-lagi hanya ingin merayakannya dalam diam, begitu gegap-gempita nya
sampai dada ini terasa sesak oleh sukacita
karena entah kenapa, di balik matanya yang seteduh samudra...
kulihat... segalanya.

Tuesday, October 8, 2013

experiencing my first full time job

tiada yang boleh mematikan mimpi dan kreativitas. tidak dengan tumpukan tugas-tugas tidak penting dari makhluk yang bernama pekerjaan. 
setidaknya itu agama yang selalu aku peluk, sesaat setelah aku duduk di depan meja berlaptop dengan setumpuk paspor orang china di depanku. 
pekerjaan adalah hal wajib, karena dari sanalah mengalir mata uang yang akan mendekatkanku pada impianku, dan segala kunci yang akan kudapat dari teman-teman kerja yang kebanyakan sudah makan asam garam kehidupan. walau kadang mereka terlihat seperti anak-anak yang tidak ingin beranjak dewasa, namun dari mereka mengalir segala ilmu yang pantas dipelajari, dan dicecap atas nama pengetahuan dan pengalaman.

bertemu dengan pekerjaan ini, sungguh adalah manis-pahit. perusahaan china, menawarkan segala fasilitas yang bisa dibilang "wah" oleh seorang fresh graduate. Masakan china ala restoran maystar setiap siang dan malam, apartemen yang lebih dari cukup dan supir siap antar-jemput setiap kali berhubungan dengan pekerjaan. 
What to expect, again?
It's perfect. Everybody said it.

sekarang tugas yang harus diemban, ternyata melampaui dimensi waktu. aku bisa saja di telepon jam 5 pagi untuk memastikan pesawat mereka terbang tepat waktu, dan berbagai masalah visa kerja maupun bisnis dan deadline yang menghitung hari, mengejar detik yang terus berdentang dimakan oleh... deadline itu sendiri. bagi seorang nana yang tidak menyukai keterburu-buruan dan lebih sering tenggelam dalam keterlambatan, ini tentu saja sangat challenging dan penuh umpatan di pagi buta. haha! anyway, i won't meet it if it wasn't challenging at all. jadi bisa dikatakan, semua yang terjadi memang benar-benar sudah jodohnya. And i didn't regret anything, ini pekerjaan yang wow! dan aku tidak sabaran untuk menunggu gaji pertamaaa!!
(which i've spent it first to buy jay chou's ticket concert, hehe)

satu bulan ini, sungguh. aku kehilangan waktu untuk 'melawan arus' alias mencuri waktu untuk bermeditasi sejenak, dan ya. Aku seringkali terperangkap dalam segala risau-resah yang memenjarakan semua kekhawatiran, dan seringkali kelelep juga. Ugh. Selalu saja memikirkan pekerjaan yang masih menggantung di awang-awang, dan melahap segala kebebasan pikiranku. haha! benar-benar ya, nikmati saja deh. aku juga lagi belajar untuk berdamai dengan 'kebiasaan orang kerja.' hehe..
dan satu lagi tentunya, aku kehilangan waktu untuk menulis, but since i sleep in apartment, i do have spare time to write and having fun. yey!

take a sneak peak of my (very first) full-time job!

actually i'm shifting for one of my co-worker who having her day-off for 20 days, so this is my temporary table ;)

one of my job, organizing china co-workers' passport and kinda stuff. quite fun yet dizzy. hehe
our meal! see how real chinese having their dinner? totally fat-creator! haha

night view from my apartment, quite nice huh?


and yes! i can watch channel V again in my spare time! uyee


and i do grateful for having this work-environment. they do allow me to make mistakes, saying that this young girl still dunno how to do 'em well. so, i took my time to explore and learn from experiences!
ada beberapa poin yang berhasil aku tangkap selama hampir sebulan bekerja disini:

satu, orang china memang jorok dan bersuara keras. haha! mungkin saja tidak sejorok mereka di china seperti yang dibicarakan para teman-teman yang sudah pernah berkunjung di sana, tapi aku masih sedikit sulit menerima mereka yang sesuka hati melepeh sisa makanan di meja pada saat makan. ughh..jorok. 
dan jujur saja, aku sedikit ketularan suara 'toa' mereka. haha.. WOI DIEM WOOOOI. haha!

dua, orang china tidak pelit dan baik. mereka memberikan lebih daripada apa yang bisa diberikan perusahaan lokal (pada seseorang yang notabene-nya fresh graduate). Namun, apa yang mereka ekspektasikan juga tidak sedikit. so, as long as i can learn, i will take it.


aku tidak akan bekerja di sini untuk waktu lama. aku sudah tahu itu dengan jelas sejak pertama kali aku meletakkan tas ku di meja kerja. ini hanyalah tempat persinggahan, stepping stone untuk sesuatu yang lain yang sudah kuimpikan. 
ini hanya dunia yang ingin kulihat, kurasakan, dan kucecap setiap detilnya...

that's it.

malam yang nyaman, menulis di atas ranjang
di bawah temaram tiupan AC yang kalem.
sambil di nina-boboin sama lagu jadul SO7 yang mengalun dari youtube.
what a nice nite for partying on my keyboard.
lalalalala :)

Monday, September 16, 2013

shave for hope 2013 : menjadi berani untuk adik-adik kanker

wall of hope. where comments are really touched
rambut adalah mahkota wanita.

bagi saya, rambut adalah hal yang paling ingin saya sembunyikan karena minder dengan ikal nya, yang selalu saya ikat buntut kuda atau cepol dengan kenceng (at least sampai saya kelas 2 SMA--semua dikarenakan jaman rebonding dan cewe-cewe diwajibkan untuk mengibaskan rambut ala Sanchai Meteor Garden), lalu kemudian menjadi mahkota yang benar-benar saya sayangi karena ikal nya juga
Every girls envy on it, ikal yang alami, bergelombang dan tipis kayak bayi. What else? i love my hair, a lot.

shave for hope 2012, saat riki botak :3
Sampai tahun lalu, saya menemani seorang teman saya untuk ikut acara ini. Acara amal yang tidak biasa, yang sangat menghibur i thought, because yes, artis yang mengisi acara dan sempet ketemu sama salah satu teman saya yang kerja di media juga. Selain itu, antusiasme para peserta yang sangat mencengangkan! Rame sekaliiiii. Saat itu, saat saya melihat rambut teman saya yang gondrong dicukur habis dan bagaimana ekspresi dia yang sulit dijelaskan, takut-takut seneng (begitu pula kebanyakan peserta yang berseliweran di sana), hati saya sempat tergerak untuk sekedar berkata "oke, tahun depan saya mau ikutan deh, sekarang rambutnya masih kurang panjang."

panggung shave for hope 2013 @ gandaria city, where balds exists!
Menjadi nana berambut pendek ternyata tidaklah gampang, saya acapkali bergulat dengan pikiran saya sendiri, tentang bagaimana rupa saya setelah PERTAMA KALI-nya saya berambut pendek seumur hidup saya, tentang apa komentar orang-orang di sekitar saya, apa kabar foto wisuda saya, lain-lain, lain-lain...  
Semua nya berkelebatan bebas dalam benak saya, dan yang paling kentara tentu saja: saya takut. saya sangat takut apa jadinya saya setelah rambut saya pendek.

semua orang boleh bilang ini lebay. i'm not even being bald! dan sebagai cewe, orang bisa bilang ngga akan jauh bedanya, dibandingin sama cowo yang harus kehilangan semuuuuua rambutnya. Tapi, balik lagi, mau cowo atau cewe, everything is based on first person experience, ngga ada yang bisa menilai dengan tepat. Ditambah lagi, ini semua tentang kesiapan mental diri sendiri.
 
me, before and after

So, here we are. Saya berhasil meyakinkan diri saya sendiri, bahwa kecantikan saya tidak bergantung pada rambut saya, kecantikan juga tidak akan berkurang hanya karena rambut saya yang dipotong, dan tentu saja tentang apa yang bisa saya berikan kepada anak-anak pengidap kanker, bukan semata-mata uang yang bisa saya cari lagi, namun bagian tubuh saya yang saya sayangi. Dan karena saya sayang sama adik-adik, saya ingin ikut merelakan apa yang saya sayangi dan 'menemani' perasaan mereka dengan cara yang saya dan 2000 orang lain lakukan, memotong pendek atau mencukur rambut kita.You'll never walk alone, adik-adik. Sekarang, saya mampu lamat-lamat larut dalam perasaan itu, tepat di saat suara kres kres rambut saya yang digunting dan menyisakan ujung rambut yang menggelitik di bawah leher.

Haru biru. 
Tepat di momen setelah rambut saya pendek, saya seperti terlahir kembali. Saya benar-benar belajar hal baru: keberanian.  
Adik-adik kanker yang bahkan lebih berani dari kita semua, yang berani merelakan rambutnya yang perlahan rontok karena kemoterapi, berani menghadapi kanker dengan tegar. Oleh karena kalian, saya juga menjadi berani, menunjukkan cinta ini pada kalian, dik. Tetap dan teruslah berjuang, karena sekarang banyak sekali yang mendukung kalian dengan cinta yang tulus.

atas : andi - budi dengan tekad botak tahun depan, bawah : michael - rudi si pemberani!

 Menatap manusia-manusia yang berseliweran di venue ini, saya juga menyadari betapa bersyukurnya saya bisa menjadi salah satu di antara mereka-mereka ini. Melakukan perbuatan baik dengan akumulasi yang besar mampu terwujud bila kita saling mendukung. Dan senang sekali, karena tahun ini ada beberapa teman saya yang ikut juga (malahan mendaftar dari kemaren-kemaren!). Michael yang tersentuh begitu kali pertama menonton video di website dan bertekad untuk cukur rambut, Rudi yang juga sudah mendaftar namun dihadang keraguan--namun tetap maju mengingat semangat kami. Hahaha.. Sure, i do really proud of you guys! *hugs*
Begitu juga dengan salah satu kakak kelas saya, Ko Eddy yang tidak disangka berani botak juga! But i know you are that guy who love to attend this kinda event. Hehe

As i said, urusan rambut adalah masalah kesiapan diri sendiri, dan tidak bisa dipaksa. Namun, shave for hope juga mengajarkan saya bahwa kita sama sekali tidak bisa membujuk orang lain untuk melakukan kegiatan amal (and even everything), tapi tentu kita bisa tunjukkan bagaimana aksi dan perasaannya. Alhasil, temen saya Andi dan Budi berniat untuk cukur tahun depan! Yippie!!! 
Saya sungguh bersyukur punya teman-teman yang mendukung, semua efek dan elemen yang menghantarkan saya pada acara ini.

Saya tidak takut untuk berubah,
tidak pula khawatir dengan komentar orang sekitar saya
karena saya mencintai dan enjoy
dengan semua yang saya punya.
and i dare myself
for having fun with this new experience
which is the very first time of my life!

Shave for hope totally changed my life,
and let me see clearly
how letting go will create happiness for other
and unconsciously created happiness for myself too.

 
new friend while queue, prita!

with eddibrokoli, botak fresh!

saya bangga jadi #shavee!
 \m/
...and encourage YOU too, yes YOU
who read this now
to think, to consider
about sharing happiness and be a social angel too!