Showing posts with label owl syndrome. Show all posts
Showing posts with label owl syndrome. Show all posts

Friday, February 28, 2014

Bertumbuh bersama.

I'm limited

Just look at me
I'm limited
And just look at you
You can do all I couldn't do
So now it's up to you
For both of us
Now it's up to you

I've heard it said
That people come into our lives
For a reason
Bringing something we must learn
And we are lead to those
Who help us most to grow if we let them
And we help them in return
Well, I don't know if I believe that's true
But I know I'm who I am today
Because I knew you...

Like a comet pulled from orbit
As it passes a sun,
Like a stream that meets a boulder
Halfway through the wood
Who can say if I've been changed for the better
But because I knew you
I have been changed for good...

For Good - Idina Menzel feat Kristin Chenoweth

'oppositively' the same.
Lagu-pun sebenarnya punya porsi yang tepat untuk bercerita, dan mengingatkanmu untuk kembali berbenah diri -- mungkin lebih baik disebut dengan introspeksi. Akhir bulan ini ditutup dengan perasaan yang... entahlah, sedikit sulit untuk diungkapkan, namun rasanya begitu berterimakasih. Untuk segala manusia yang pernah dipertemukan waktu dan semesta denganku, untuk segala waktu yang sudah kutebar di sekitar manusia dan semesta, dan tentu saja untuk semesta yang begitu apa-adanya, memantulkan segala kejujuran yang sudah berada di sana sejak masa tak berawal.

Hidup adalah tentang timbal-balik, yang akhirnya merefleksikan bahwa tiada benar atau salah, tiada dualitas yang patut diperdebatkan untuk suatu kemenangan ataupun kebenaran; karena dualitas itu sendiri begitu unik dalam bentuk mereka masing-masing, dan apa yang mestinya kita rayakan adalah dualitas itu sendiri, dan mencoba berdamai dengan kecenderungan yang kita tahu tidak akan membawa kita kepada hidup yang lebih berkualitas. 

Kenapa, hidup berkualitas? Karena itulah penghargaan yang seutuhnya, yang bisa kita hadiahkan kembali kepada hidup. Hidup begitu berharga; demikian juga dengan manusia yang memiliki dan menjalaninya. Menjadi seimbang, melepas apa yang dulunya pernah menjadi milik kita tidak pernah mudah, namun kita hanya perlu untuk diingatkan kembali tentang potensi dan energi kita... arah yang kita tuju, selamanya adalah kebahagiaan.

Terima kasih, untuk semua uap pikiran yang dulunya tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Semua 'koleksi' yang dulunya tidak tahu harus dibagikan bersama siapa, namun sekarang ternyata orang-orang yang bisa menikmati 'hasil karya' ini tidak pernah jauh-jauh dariku. Takes time, untuk dipertemukan dengan mereka yang bisa berbagi isi benak, yang herannya tidak pernah habis itu.

Dan untuk waktu itu sendiri, kesempatan... terima kasih. Ini begitu berharga :)

Dulunya, aku percaya bahwa sahabat adalah cermin, memantulkan apa yang dirasakan sendiri. Begitu sama, begitu seragam... kalau tidak, bagaimana bisa terhubung?
Sekarang, bagiku cermin adalah diri kita sendiri -- yang kadang bisa menjadi kabur karena banyak sekali 'pengadilan' yang sadar-tidak sadar selalu kita terima dan percayai, dan sahabat adalah mereka yang cukup berani untuk menghapus kabut itu dengan apa yang mereka ketahui, sehingga kita bisa melihat diri kita lagi dengan lebih jelas... sehingga kita menjadi begitu mencintai diri kita sendiri, lagi dan lagi, dan di sanalah... semesta penuh dengan cinta kasih. Betapa indahnya!

PS:
untuk menjadi berani juga tidak pernah mudah, butuh waktu yang berdarah, untuk ditukar dengan kepercayaan dan... ketulusan.
dan... ini timbal balik.

menjaga pintu. dan kesempatan bertemu dengan segala kemungkinan. siapkah?

lalu, sayup-sayup aku mulai mengerti, bukan hanya persahabatan.. tapi juga dalam hubungan apapun, apapun. 
Bagaimanapun hidup adalah tentang belajar yang tiada habisnya, tentang penyeimbangan yang terus dan terus dikayuh dengan penuh vitalitas dan rasa percaya kepada diri sendiri, bahwa sepanjang perjalanan akan mempertemukan kita dengan begitu banyak kejutan yang memperkaya buku cerita kita.

PS: Jangan lupa, bawa terus cinta yang tak pernah habis, penghargaan tiada tara kepada diri sendiri dan tahu persis apa yang dituju. 
Teruslah sadar. Teruslah bersemangat.

kututup Februari tahun ini dengan doa cantik lagi,
seperti saat kumulai ia dengan hati terbuka
karena jalan bertemu dengan kedewasaan,
bukan hanya saat menyentuh angka di usia kita,
atau perayaan penuh kue dan tiupan lilin.

berulangtahun, menjadi dewasa,
setiap saatnya.
untuk segalanya yang terjadi hari ini.
hari ini.
terima kasih. :)

*untuk tumbuh bersama, dan hari-hari... yang masih, akan ada.

Monday, December 30, 2013

Hello Year-end! (2013)

steps, freely yet carefully.

Kembang api sesayup sudah berkoar di mana-mana. 
Barangkali sebagai ucapan selamat tinggal yang sopan, kepada 365 hari yang sudah terlalui—dengan macam-macam warna dan corak. 
2013 adalah tahun yang mendorong saya untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani saya lakukan, membiarkan saya mengambil keputusan-keputusan yang mengantarkan saya sampai pada saya yang sekarang, saya yang masih belajar untuk tidak rewel, tidak mengeluh dalam melakukan hal-hal yang sudah sepatutnya harus saya lakukan, dan tentunya yang paling krusial adalah... bangun pagi.

Baiklah, saya rasa memang itu yang harus jadi PR saya nomor satu di 2014. 
Terlalu memanjakan rasa kantuk ternyata membawa sial yang beruntun, yang selalu saya maklumi. Ah, ini tentu tidak baik, dan semua orang tau itu. Tapi, saya terlalu berbelas kasih dengan sifat jelek saya yang satu ini, dan kadang menyogoknya dengan seonggok bubuk kopi untuk menampar mata saya agar senantiasa awas. Bagaimanapun, berpesta di tengah malam sambil tenggelam dalam tebalnya buku atau layar laptop selalu menjadi candu. Ah, burung hantu.

Anyway, saya kembali dipertemukan dengan segala hal baik—ya, segala yang terjadi adalah hal yang baik yang membantu saya untuk bertumbuh—dan saya sangat berterimakasih atas itu. 
Tentang definisi kebebasan saya yang perlahan mulai menemukan ‘rumah’ barunya, 
tentang hubungan dan menjaga hubungan dengan orang-orang sekitar yang sangat saya sayangi, 
tentang menjaga diri saya sendiri dari segala energi yang tidak mungkin dihindari—namun sangat mungkin untuk ditanggulangi, 
tentang mengambil alih tugas ‘dunia luar’ yang bertanggungjawab atas kebahagiaan saya menjadi tugas saya sendiri (and it was truly deliberating), 
dan tentang menjadi yang terbaik yang diri saya bisa.

Tahun ini, saya juga belajar tentang yang namanya keberanian. Bukan hanya berani naik roller coaster paling cepat di dunia di Trans Studio Bandung, menonton film horror karena dipaksa teman-teman sialan saya, atau nekat membawa bonyok saya ke Malaka padahal saya tidak pernah kesana sebelumnya dan pernah punya pengalaman buruk ketinggalan pesawat, namun juga berani menghadapi keputusan yang telah saya ambil. 
Ini tentu saja tidak mudah, karena saya begitu terbiasa untuk lari dan bersembunyi saja dalam tawa tolol atau ‘kelupaan’ yang ‘imut’. Namun, saya terkagum-kagum atas rasa setelah berhasil melewatinya, lega yang menenangkan, walaupun saya tahu kemudian akan datang ‘ancaman-ancaman’ lain yang menodong keberanian saya untuk maju lagi. 
Lama-lama itu semua menjadi seru, dan perasaan menyalahkan diri sendiri perlahan menjadi pudar.

Pemaafan atas diri sendiri dan segala konsep yang sudah tertanam dalam benak ternyata juga butuh usaha yang berkesinambungan. Bukan hanya sekali, namun terus....menerus. Tapi itu semua seakan membukakan mata, untuk melihat apa-adanya. 
Bukan semata-mata karena asuhan dari generasi atas, namun juga pohon keluarga dan sebatas dunia yang mereka ketahui. Jadi, sekarang saya bebas untuk melepaskan ajaran apapun yang saya rasa tidak cocok, dan dengan bebas memilih apa yang terbaik untuk diri saya. Wow! Rasanya begitu senang! 
Dan menerima dengan baik, bahwa memori di otak tidak begitu bisa diandalkan, begitu pula dengan semua kenangan—saat kita menengok ke belakang. It’s okay to look back, but just don’t live there.

Saya akan membawa hal-hal baik yang bisa saya lakukan, mendoakan hal-hal baik untuk terjadi kepada semua orang—terutama yang di sekitar saya, dan menjadi alasan bagi kebahagiaan orang lain. Sesederhana itu, dan hidup saya berubah menjadi lebih baik.

Oh ya, satu lagi. Mimpi saya di tahun 2013 satu-satu tercapai dan membawa bahagia yang membuncah. Namun, ada juga yang masih ‘mengantri’. Ada yang sudah mengantri saaaaangat lama, sudah capek untuk marah dan kesal—dan akhirnya menunggu lagi. 
But, it won’t be forgotten, darling. Saya sedang mengusahakannya, karena saya sendiri juga sedang terus menjaga mimpi itu. Semoga 2014 terwujud! *fingercrossed*. Dan berhubung saya sekarang adalah seorang sarjana, maka mimpi baru saya sudah dibangun pelan-pelan, dan apa yang ingin saya kerjakan adalah pekerjaan yang bisa mendekatkan diri saya dengan mimpi saya. Semoga semua berjalan lancar, and yes, i’m very ready to explore every experiences!


2014. grow and glow!

“The so-called home isn't always the place where you raised and grew. 
It's where you can be fully accepted as an human being.. 
it's also the place that allows you to grow and glow, 
to push your limit, to let you fall down, cry, but never want to give up. 
Place where you giving your all passionately, 
to be a better person with a fairer sight of view, 
to service with all your heart and love. 
Place that makes you safe, yet make you always on fire...
on catching your own breath.”
-4 September 2013-



 Bonjour 2014!

Wednesday, October 23, 2013

you, and the possibility of falling in love

semesta yang berbahasa
dan semua yang kudengar adalah senyummu
yang menggelitik pasrah di ujung bibirku
senyum pelit itu ternyata begitu mumpuni
masih saja enggan beranjak dan dihanyutkan mimpi
senyum yang kini adalah udara
yang berpapasan... bertubrukan di bilik benak dan nadi
kadang ia melebur bersama angan
bermain bersama khayal
dan sesayup bersenandung kasmaran 
kala lagu cinta bersiul pelan dari ujung radio

manis yang memukau,
indah yang merana
karena kau kutemukan di batas mimpi
yang hendak menyapa nyata
lalu tertahan oleh nafas yang tak sempat terhela
karena begitu terpana

gamang di sela perasaan yang terbata-bata
yang sepenuhnya kuserahkan pada gelombang
partikel, serta energi 
yang terus berpusar dan berpendar
di semesta kita

harapan masih mengatung di angkasa raya
dan senyummu belum terkuak sempurna
masih terus berpapasan dan bermain-main dalam benak
yang kini bertebaran dengan semarak

...aku sudah bersiap, untuk terhempas ke tanda tanya
yang bisa saja muncul di ujung senja selepas hujan
siapa kuasa?

                                                                                                                                                                   


iya. iya. iya.
semua gerak-gerik sudah terekam di otak 
semua caramu memperlakukan lengan kemejamu, botol aqua yang sudah habis terminum, menggaruk kepalamu, tersenyum, menengadahkan kepala, berbicara, ber-anjali, menundukkan sejenak kepalamu, berjalan...
dan... iya.
senyum mu sesaat ucapmu "sampai ketemu lagi" 
2 bulan lalu.

ini benar-benar gila!

dan... iya.


ini adalah kagum yang meminjam topeng jatuh cinta
yang lalu dipinjam oleh perasaan jatuh cinta itu sendiri.
sekarang, apa?
aku lagi-lagi hanya ingin merayakannya dalam diam, begitu gegap-gempita nya
sampai dada ini terasa sesak oleh sukacita
karena entah kenapa, di balik matanya yang seteduh samudra...
kulihat... segalanya.

Tuesday, October 8, 2013

experiencing my first full time job

tiada yang boleh mematikan mimpi dan kreativitas. tidak dengan tumpukan tugas-tugas tidak penting dari makhluk yang bernama pekerjaan. 
setidaknya itu agama yang selalu aku peluk, sesaat setelah aku duduk di depan meja berlaptop dengan setumpuk paspor orang china di depanku. 
pekerjaan adalah hal wajib, karena dari sanalah mengalir mata uang yang akan mendekatkanku pada impianku, dan segala kunci yang akan kudapat dari teman-teman kerja yang kebanyakan sudah makan asam garam kehidupan. walau kadang mereka terlihat seperti anak-anak yang tidak ingin beranjak dewasa, namun dari mereka mengalir segala ilmu yang pantas dipelajari, dan dicecap atas nama pengetahuan dan pengalaman.

bertemu dengan pekerjaan ini, sungguh adalah manis-pahit. perusahaan china, menawarkan segala fasilitas yang bisa dibilang "wah" oleh seorang fresh graduate. Masakan china ala restoran maystar setiap siang dan malam, apartemen yang lebih dari cukup dan supir siap antar-jemput setiap kali berhubungan dengan pekerjaan. 
What to expect, again?
It's perfect. Everybody said it.

sekarang tugas yang harus diemban, ternyata melampaui dimensi waktu. aku bisa saja di telepon jam 5 pagi untuk memastikan pesawat mereka terbang tepat waktu, dan berbagai masalah visa kerja maupun bisnis dan deadline yang menghitung hari, mengejar detik yang terus berdentang dimakan oleh... deadline itu sendiri. bagi seorang nana yang tidak menyukai keterburu-buruan dan lebih sering tenggelam dalam keterlambatan, ini tentu saja sangat challenging dan penuh umpatan di pagi buta. haha! anyway, i won't meet it if it wasn't challenging at all. jadi bisa dikatakan, semua yang terjadi memang benar-benar sudah jodohnya. And i didn't regret anything, ini pekerjaan yang wow! dan aku tidak sabaran untuk menunggu gaji pertamaaa!!
(which i've spent it first to buy jay chou's ticket concert, hehe)

satu bulan ini, sungguh. aku kehilangan waktu untuk 'melawan arus' alias mencuri waktu untuk bermeditasi sejenak, dan ya. Aku seringkali terperangkap dalam segala risau-resah yang memenjarakan semua kekhawatiran, dan seringkali kelelep juga. Ugh. Selalu saja memikirkan pekerjaan yang masih menggantung di awang-awang, dan melahap segala kebebasan pikiranku. haha! benar-benar ya, nikmati saja deh. aku juga lagi belajar untuk berdamai dengan 'kebiasaan orang kerja.' hehe..
dan satu lagi tentunya, aku kehilangan waktu untuk menulis, but since i sleep in apartment, i do have spare time to write and having fun. yey!

take a sneak peak of my (very first) full-time job!

actually i'm shifting for one of my co-worker who having her day-off for 20 days, so this is my temporary table ;)

one of my job, organizing china co-workers' passport and kinda stuff. quite fun yet dizzy. hehe
our meal! see how real chinese having their dinner? totally fat-creator! haha

night view from my apartment, quite nice huh?


and yes! i can watch channel V again in my spare time! uyee


and i do grateful for having this work-environment. they do allow me to make mistakes, saying that this young girl still dunno how to do 'em well. so, i took my time to explore and learn from experiences!
ada beberapa poin yang berhasil aku tangkap selama hampir sebulan bekerja disini:

satu, orang china memang jorok dan bersuara keras. haha! mungkin saja tidak sejorok mereka di china seperti yang dibicarakan para teman-teman yang sudah pernah berkunjung di sana, tapi aku masih sedikit sulit menerima mereka yang sesuka hati melepeh sisa makanan di meja pada saat makan. ughh..jorok. 
dan jujur saja, aku sedikit ketularan suara 'toa' mereka. haha.. WOI DIEM WOOOOI. haha!

dua, orang china tidak pelit dan baik. mereka memberikan lebih daripada apa yang bisa diberikan perusahaan lokal (pada seseorang yang notabene-nya fresh graduate). Namun, apa yang mereka ekspektasikan juga tidak sedikit. so, as long as i can learn, i will take it.


aku tidak akan bekerja di sini untuk waktu lama. aku sudah tahu itu dengan jelas sejak pertama kali aku meletakkan tas ku di meja kerja. ini hanyalah tempat persinggahan, stepping stone untuk sesuatu yang lain yang sudah kuimpikan. 
ini hanya dunia yang ingin kulihat, kurasakan, dan kucecap setiap detilnya...

that's it.

malam yang nyaman, menulis di atas ranjang
di bawah temaram tiupan AC yang kalem.
sambil di nina-boboin sama lagu jadul SO7 yang mengalun dari youtube.
what a nice nite for partying on my keyboard.
lalalalala :)

Monday, September 9, 2013

lepaskan saja, susah?

cuma ingin melepaskan saja,
memangnya susah?

berpesta bersama kupu-kupu
cerah ceria dalam guyuran gelitikan mereka yang manis
perasaan jatuh cinta,
yang merayap dari kagum yang lama
pelan-pelan menggerogot jiwa
pelan-pelan tidak lagi biasa

seutas senyum yang didaratkan
sesaat setelah matanya berpaling
masih saja membuat pangling
sampai sekarang...

lepaskan saja, memangnya susah?

susah.
walau telah berpesta sepenuhnya
bersamanya
di bawah atap berkepul asap masakan,
bersamanya
di temaram lampu aula,
bersamanya
kala genggam tangan sejenak
yang terasa selamanya,
bersamanya...
yang kurayakan dalam diam

ternyata masih saja menyisakan gamang
seiring dengan semua kenang yang terseret
hanyut dalam arus dan detik yang ku timbang
tak pernah seimbang

lepaskan saja, susah?

iya,
karena ku tahu
aku masih akan mampu temukan dia
entah mana, entah kapan

lalu anggaplah saja,
sajak-sajak begini
hanya cara-ku,
untuk mewajarkan semua sisa senyum pelitnya itu
yang masih terngiang kabur
dan tidak mau kabur dari benakku
________________________________________________________________

manusia bisa sadar tentang
sekerat roti yang sudah kadaluarsa
namun tetap ingin menyimpannya,
bukan karena ingin memakannya
namun sekedar mengijinkan si roti
tinggal di salah satu sudut kamar pengap
sampai di satu masa,
manusia pun bosan dan capek
lalu cukup dewasa
untuk membuang nya dengan bebas
atau menggantinya dengan roti merk sama
tetap saja senang memakan roti

it's all about time,
and i don't want to force myself.

-setelah sesiangan, dan terbawa sampai tengah malam
masih saja gregetan, masih saja mencari
seseorang yang mungkin telah hadir
sangat lama, di belahan dunia lain.
karena rasanya begitu.....
dekat yang jauh.


"seperti kita pernah bertemu,
sebelum pertemuan pertama kita,
 tepat sebulan yang lalu."
entahlah.

Tuesday, August 20, 2013

tidak sekedar hitam dan putih lagi.


tidak
aku tidak ingin lagi terkungkung dalam dunia pikirmu
berenang dalam ide-ide fantastismu
tidak pula dengan menenggak isi kepalamu

demikianlah
aku memutuskan untuk bangun
dan bergegas menyambut dunia
yang ternyata lebih berwarna-warni
penuh kasih,
penuh citarasa

bukan
bukan karena lautan idealisme mu yang tak mampu lagi menampungku
bukan juga buah-buah pikir yang kini mulai kupertanyakan

hanya semata-semata karena
ada lengan yang begitu megah
yang membentang menyambutku
menawarkan sensasi kehidupan lain
yang mampu membuat semua bibit di benakku
merongrong dan menjelma
tumbuh berkilau di atas genggaman sinarnya

lalu aku telah kembali
membawakan sinar yang mungkin sedikit silau bagimu
tapi aku yakin
akan terus mampu menuntun kita
menapaki jalan dengan lebih lega, 
lebih lepas
membentangkan sudut-sudut ruang
tempat kita bisa saling menawarkan bahu untuk menangis
dan uluran tangan untuk kembali hidup
menjadi manusia seutuhnya,
menjadi manusia apa-adanya, 
menjadi kita yang sebaik-sebaiknya...


i have my own sunshine
so, i produce my own happiness
and share 'em to everything
and let everything happens on their bests.

Sunday, August 11, 2013

(jikalau bisa) BICARA

Jikalau kucing bisa berucap dari meongan
mungkin saja ia bisa mendengarkan keluh kesah
dengan imbalan sekerat daging dan semangkuk susu

Jikalau bunga matahari bisa bicara
Ia bisa saja mengajarkan arti kesetiaan pada tiap fajar yang merekah
tanpa harus kita menebak-nebak
dan sok menjadi puitis seperti ini

Jikalau semut-semut yang menggotong bongkahan gula pasir
bisa terdengar jelas dari sini
mungkin kita tak akan tega membinasakan mereka
dengan sehelai tisu remeh yang mendarat di tong sampah
hanya demi pemandangan rapi di sekitar tempat menyesap kopi

kita akan kasihan pada nyamuk yang mengemis darah
begitu merana dengan dengingan menyerupai isak tangis
dan kembali meminta lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi.
Plak!
Tegakah kita mendengar erangan sebelum ajal menjemputnya?
Ya, kita lah Sang Ajal


Mungkin saja dunia akan menjadi sangat berisik
sampai kita ingin mengubur diri dalam tanah saja
lalu kembali semaput karena amuba pun sibuk merencanakan
strategi belah-diri yang lebih terintegrasi

Semesta akan begitu ramai, semerbak oleh bebunyian
tentang cacing yang berdemo pada petani tentang hak makan mereka
temannya, si belatung yang sibuk menangisi jenazah
sambil berpesta-pora prasmanan yang hiruk pikuk

tentang mawar yang berterima kasih kepada kumbang
yang telah membantunya beranak pinak
lalu tanpa sengaja jatuh hati, 
lamat-lamat terpesona oleh kebaikan si kumbang
lalu terdengarlah detak jantung sang mawar

yang kita transformasikan pada sipu-malu jantung yang merona
saat kita hadiahkan sang mawar kepada pujaan hati

Jikalau siput bisa berujar
ia akan ceritakan setiap detil yang tertangkap dalam kelambanan nya

Jikalau burung tak hanya bisa berkicau
mungkin mereka yang berbakat bisa bernyanyi bersama kita
dan menggelar konser di taman penuh rimbun beringin
betapa sejuknya...ujar sang angin
dan sang angin-pun ikut berdansa dengan damai
dan kita luruh dalam simfoni nan agung...

penuh cinta.. penuh kelembutan..

hey, angin.
bisakah sekalian kau sampaikan padanya?
bahwa aku suka dia?


sayup-sayup suara Once "Dewa" terlantun di benak...


*5-Agustus-2013
Menulis random begini ternyata asik juga. 
Hasil pembicaraan bodoh bersama Fenny 
di sela-sela bikin slide skripsi, ternyata menjelma jadi begini. haha!

we can speak to the Universe, we just forgot how to. maybe because of we were too busy to mind our 'useless' business that never end. Look. Feel. 

...aku ingin mengagumi mu secara berkecukupan

aku ingin mengagumi mu secara berkecukupan
tidak kekurangan, tiada pula kelebihan
seperti angkasa yang mencintai pelangi
yang lamat-lamat merona di pelukan langit biru
lalu perlahan mengundurkan diri dengan elegan

mengagumi mu yang muncul di satu pagi yang singkat
seusai deras hujan yang ditemani mentari yang mulai menerik...

seutas senyum manis yang pelit
di kala yang lain terbahak 

secercah wangi yang terbersit
saat intensitas jarak tak lagi ber spasi

sesegar semangka yang merebak
dan meleleh tepat di ulu hati
manis, wangi, sejuk nan alami

seteduh tatapan yang bersemayam di bawah alis tebal
seperti larut dalam samudra hening bening
lalu tak tahu bagaimana cara pulang...

klik.
lalu terkunci.
begitu cepat,
yang untungnya tidak nyata

tidak menyalahkan detik yang pendek umur
tak juga menyalahkan jantung yang kurang kuat
untuk bersapa lebih dari sekedar 'hai'

karena ini semua cukup...
untuk mengalami kepingan-kepingan masa yang terlontar
dan memerangkapkan saat itu
lalu selamanya terbingkai dalam angkasa raya

senyum pelit nan manis itu,
aku pun tak berharap untuk mencecapnya dari bola mata ini 
lagi dan lagi
dan hati ini terus tergelitik oleh kupu-kupu jahil yang jenaka

oke, oke. baiklah.
aku akan mencoba mengagumi dan menghargai 
ini semua, perasaan indah ini
dengan sangat berkecukupan, yang menenangkan

hingga bila dimensi waktu kita berpapasan di suatu masa
mungkin saja "sampai ketemu lagi"-mu itu
menggapai kenyataan.

itu saja, 
itu saja.


pengharapan tak mungkin bisa dilenyapkan dalam sekali sentilan jari
namun menikmati perasaan seperti ini dengan cara seperti ini
seperti pertama kali mencoba permen
you know how sweet is it,
but you love your teeth too!
so, just taste it enough, and let go.
and sip the water of consciousness.

anyway, i do really enjoy this.
this cute yet warming, yet (ever been) perfect moment. :)

*saat 'orang biasa' tiba-tiba menjadi 'tidak bisa dianggap biasa lagi'

Friday, August 2, 2013

baha(k)gia (siapa yang menciptakan senang itu?)


beberapa saat terakhir, lagi-lagi saya tersedot masuk ke dalam aktivitas 'bercermin' yang sedikit menyesakkan. Bukan karena sesal, sedih, atau amarah yang menggebu, namun semata-mata disebabkan oleh ketidakmampuan diri untuk mengontrol apa yang ingin dipilih untuk dirasakan. Ternyata... kita tidak sepenuhnya memiliki diri kita. Diri kita masih saja diperkosa oleh masa lalu, harapan masa depan, persepsi-persepsi (yang entah kapan sudah hadir di pikiran kita), dan saya berduka untuk itu.

Kata Ajahn Brahm, "Kita ber-hak atas kebahagiaan kita sendiri, tidak ada satu-pun orang yang ber-hak untuk mengambil pergi kebahagiaan kita."
Namun, dari cermin itu terpancang jelas, terkadang kita 'berbahagia' ketika kita menderita. Buktinya? Kita tetap memilih untuk menderita; kita membalas kemarahan orang yang membangkitkan amarah kita, kita tetap menangis untuk hal-hal yang sebetulnya dipikir-pikir sangat bodoh, dan... kita tidak benar-benar memiliki diri kita sendiri.

Saya mendapati diri saya terpuruk dalam ketidakberdayaan ketika orang lain menyulut emosi saya, dimana saya akan terbiasa untuk memberi emosi buruk itu energi lebih--dan ketika saya ingin menghentikannya... aaarggh, ternyata sangat sulit! Ada bagian dari diri saya yang bersahut penuh benci: "ini sama sekali tidak adil!", "kenapa ia melakukan hal ini kepadaku?", "dia benar-benar orang gila yang tidak bisa dimengerti!", "bisa-bisanya dia menginjak harga diriku dengan berkata seperti itu!"

....
dan lalu, rasanya saya ingin menangis.

....
saya tidak mampu mengontrol saya sendiri.


gosh!


Ini sulit ternyata. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah mencari kembali penyebab dari segala kemarahan itu..dan tada! ternyata itu berasal dari diri saya juga (yes, being mature is never blame others for everything that happened in yourself)

diri saya yang masih egois, penuh kebodohan, dan butuh latihan kesabaran lagi dan lagi.

Saya jadi ingat tentang doa setiap malam yang saya panjatkan: "semoga kebijaksanaan bisa terus bertambah dan berkembang."

Dan saya diberikan ladang untuk menempa segala yang saya inginkan dan butuhkan, yaitu menjadi dewasa dan bijaksana, dan berguna.

So, i might be thankful? ;)

Seluruh dunia bisa saja tidak cocok dengan kepala saya, itu sangat wajar karena setiap manusia itu unik dan berbeda. Jadi, untuk apa menimbulkan energi buruk yang sedang mati-matian saya jinakkan?

Saya ingin menjadi orang yang bertanggungjawab penuh atas apa yang terjadi pada diri saya dan telah terjadi pada diri saya. 
Karena apapun yang telah oranglain perbuat kepada saya bukan semata-mata karena mereka jahat, tapi karena hanya itulah yang mereka ketahui. Jika mereka bisa selalu dan selamanya memberikan energi positif bagi saya, maka mereka pasti sudah tidak ada di dunia yang fana ini. 

"i won't let anybody walk through my mind with their dirty feet." - Mahatma Gandhi.

saya akan terus berlatih untuk tidak memberikan energi apa-apa pada hal yang sudah saya ketahui keburukannya, dan menambah energi kebaikan saya sendiri. Saya bukan tombol 'on-off' pada sakelar lampu yang begitu mudah dikendalikan oleh bermacam-macam orang. 

Saya tidak punya tombol apa-apa, karena saya akan bereaksi sesuai apa yang saya pilih untuk saya tunjukkan kepada siapa yang ingin saya tunjukkan.

things changed, that's the reason why we're suffering..
things changed, and that's also the reason why we're having happiness..


Saturday, June 29, 2013

start selling watches :)

hello adorable readers wherever you are!
just informing (kebetulan lagi pengen centil aje), i'm starting to selling watches (for unisex) since i start to wear it in my daily life (i used to be very lazy to wear this kind of stuff till one day i'd realized wearing watch for on-time habit-since i always late, and to make your hands totally seems not very lonely, LOL)
i'm not selling original watches priced millions, but non-original watches that still make you always be stylish for sure. ;)
let's be fair, everybody want to be good looking without spending too much money on it, soooo.. win win solution! :D

here's my online shop, YELLOWPOLKA (on kaskus)
anyhoo, if you are interested, very welcome to join the club or simply ask me your simple questions.
(okaaaay, feel like a little bit cici-cici mangdu now)

hahaha. happy shopping anyway! :*

Tuesday, June 25, 2013

If You Are The One 2's Poem

Just watched this movie a few days ago (because of my Uni's Subject-"Film China") and sincerely fell in love with one of the poem shown on the movie If You Are The One 2 (非诚无扰2) .This poem was recited by a girl on a "Life Farewell Party" of one of the actor that facing his death. A deeply touched yet unbounded love creates here...
anyway this poem wrote by a Buddhist named Tashi Ram Tutu.

见或不见 
(To Meet or Not to Meet)

你见,或者不见我
我就在那里
不悲不喜
(whether you meet me or not
i've been always there
neither sad nor happy)

你念,或者不念我
情就在那里
不来不去
(whether you miss me or not,
this feeling has been always there
neither come nor go)

你爱,或者不爱我
爱就在那里
不增不减
(whether you love me or not,
this love has been always there
neither growing nor fading)

你跟,或者不跟我
我的手就在你手里
不舍不弃
(whether you follow me or not
my hand has been in your hand
neither letting go nor leaving)

来我的怀里
或者
让我住进你的心里
(you come to my embrace
or
let me stay in your heart)

默然相爱
寂静欢喜
(loving each other silent
quietly and joyously)