Sunday, August 11, 2013

...aku ingin mengagumi mu secara berkecukupan

aku ingin mengagumi mu secara berkecukupan
tidak kekurangan, tiada pula kelebihan
seperti angkasa yang mencintai pelangi
yang lamat-lamat merona di pelukan langit biru
lalu perlahan mengundurkan diri dengan elegan

mengagumi mu yang muncul di satu pagi yang singkat
seusai deras hujan yang ditemani mentari yang mulai menerik...

seutas senyum manis yang pelit
di kala yang lain terbahak 

secercah wangi yang terbersit
saat intensitas jarak tak lagi ber spasi

sesegar semangka yang merebak
dan meleleh tepat di ulu hati
manis, wangi, sejuk nan alami

seteduh tatapan yang bersemayam di bawah alis tebal
seperti larut dalam samudra hening bening
lalu tak tahu bagaimana cara pulang...

klik.
lalu terkunci.
begitu cepat,
yang untungnya tidak nyata

tidak menyalahkan detik yang pendek umur
tak juga menyalahkan jantung yang kurang kuat
untuk bersapa lebih dari sekedar 'hai'

karena ini semua cukup...
untuk mengalami kepingan-kepingan masa yang terlontar
dan memerangkapkan saat itu
lalu selamanya terbingkai dalam angkasa raya

senyum pelit nan manis itu,
aku pun tak berharap untuk mencecapnya dari bola mata ini 
lagi dan lagi
dan hati ini terus tergelitik oleh kupu-kupu jahil yang jenaka

oke, oke. baiklah.
aku akan mencoba mengagumi dan menghargai 
ini semua, perasaan indah ini
dengan sangat berkecukupan, yang menenangkan

hingga bila dimensi waktu kita berpapasan di suatu masa
mungkin saja "sampai ketemu lagi"-mu itu
menggapai kenyataan.

itu saja, 
itu saja.


pengharapan tak mungkin bisa dilenyapkan dalam sekali sentilan jari
namun menikmati perasaan seperti ini dengan cara seperti ini
seperti pertama kali mencoba permen
you know how sweet is it,
but you love your teeth too!
so, just taste it enough, and let go.
and sip the water of consciousness.

anyway, i do really enjoy this.
this cute yet warming, yet (ever been) perfect moment. :)

*saat 'orang biasa' tiba-tiba menjadi 'tidak bisa dianggap biasa lagi'

No comments: