Saturday, August 17, 2013

BELABAR 2013 WITH OM SALIM LEE: deliberating!

akase va sakuntanam
seperti burung di angkasa...
terbang tanpa jejak,
merintis jalan tanpa jalur
...sebuah catatan, tentang penyempurnaan.

"BELABAR (BELAJAR BARENG) BERSAMA UPASAKA SALIM LEE."

berusaha mengabadikan ajaran melalui buku catatan ini,
dan pelan-pelan menyuntikkan nya ke dalam hidup sehari-hari.

Kesan pertama yang mengesankan. Akhirnya saya menemukan rumah di mana saya bisa melabuhkan semua dharma yang telah saya petik sejak dulu, karena sangat capek untuk terus memikul semua konsep, teori dan pengetahuan yang sudah saya peluk tanpa mentransformasikan ke dalam kenyataan di dunia saya. Saya akhirnya dipertemukan dengan jawaban.... rasanya sangat lega, sangat bebas, dan tentunya bahagia.

Semua yang terjadi saling bertalian, bahkan kepak sayap kupu-kupu di benua lain juga berhubungan dengan kita. Takjub melihat diri saya sendiri yang akhirnya tidak harus melakukan apa-apa untuk impress other people, takjub melihat manusia-manusia yang begitu indah dan apa-adanya, lengkap dengan kebaikan hati mereka yang tulus dan keceriaan yang membahana di mana-mana. Takjub melihat saya di depan cermin sambil berujar "I'm perfect" tanpa harus ada komentar untuk memperbaiki apapun. 
Dan.. takjub mendapati diri saya dipenuhi dengan rasa ingin tahu yang membuncah, yang akhirnya menjelma menjadi riak yang menenangkan.

Kalau dipikir-pikir, kami hanya memakai waktu 4 setengah hari untuk duduk di dharmasala bersama, mendiskusikan apa yang telah Buddha babarkan 2500 tahun yang lalu, lalu mengaitkan ke dalam hidup kami sekarang. Namun, efek yang sangat ajaib... kepala saya seakan ditoyor berkali-kali. berkali-kali. 
Sampai di hari ke-3, nyut-nyutan. haha! Kami telah sangat lama hidup berdasar atas kebiasaan, dan sekarang semua cara pandang kami diputar, dipelintir dan dihadapkan dengan 'kenyataan' yang lebih nyata dan rasional :
Ternyata apa yang kami lihat selama ini hanyalah persepsi yang segera kita terjemahkan menjadi konsep, yang hanya ada di alam pikir kita sendiri. Contoh pada saat kita melihat buah apel, akan segera mengenalnya sebagai apel, padahal itu hanya bentuk dan warna saja. Lalu lahirlah konsep mengenai apel yang manis, kaya serat (apapun. apapun yang kita ketahui sebagai apel berdasarkan pengalaman kita--dan tentu saja pengalaman setiap orang berbeda-beda) dan langsung men-judge: "apel ini enak." padahal kita belum pernah mencicipi rasa apel yang ini. Demikian juga dengan hidup ini, kita lebih dulu dikuasai oleh asumsi-asumsi mengenai orang tertentu, hal tertentu dan buru-buru melabeli mereka sesuai pengalaman kita, dan menutup kesempatan untuk mengenali mereka sebagai manusia apa adanya. Pelajaran ini mengajarkan saya untuk mencoba melihat segala sesuatu apa adanya, tanpa harapan, tanpa ekspektasi, tanpa ketakutan, dan membuka pintu hati saya untuk menerima sesuatu sebagaimana adanya. 
Banyak. 
Banyak sekali fenomena yang akhirnya lamat-lamat melapangkan pikiran dan hati saya. Tumpah ruah. Bahagia seperti ini terus berpendar, menggelitik dan terjadi dengan sangat sederhana. Bahagia, bebas dari penderitaan ternyata sebegitu mudahnya; saking mudahnya kami sampai tidak mampu mempercayainya. 

Bahagia adalah rasa kenyang yang berkecukupan saat bermangkuk-mangkuk bakmi medan terhampar di sekeliling kita, dan kita tidak harus memakan semuanya sampai muntah. 

Bahagia adalah menikmati suara kembang api yang terus meletus-letus di kala hening malam memeluk--dan tidak lagi merutuk, begitu pula dengan suara dengkuran saat lelap mengetuk. 

Bahagia adalah momen perasaan yang lega, karena tidak harus menghindari kesenangan (yang selalu saya percayai akan membawa penderitaan pada akhirnya), namun menanggulangi kesenangan. Punya kapasitas untuk larut dalam kesenangan itu sendiri tanpa terikat, tanpa menjadikan kesenangan sebagai satu-satunya alasan untuk menjadi senang. 
Meminjam istilah dari Guo Jun Fashi :
"Hidup itu seperti check in di hotel. Kamu mampu menikmati semua fasilitas yang ditawarkan. Ranjang yang empuk, makanan-minuman yang enak, hiburan dan segalanya. Namun, bila tiba saat nya check-out, kamu tahu bahwa kamu tidak bisa membawa pergi semua fasilitas itu. Jadi, nikmati saja."
Bahagia ternyata sebegitu sederhananya. 

Seperti kaos putih polos yang kami kenakan bersama dengan name-tag masing-masing. Bagi saya, kaos putih polos ini ternyata sangat berarti (bukan seperti anggapan saya sebelumnya, "kaos putih polos kan cuma dipakai pada saat acara duka." haha! hey dude, another conception! haha!), namun lebih-lebih kepada pencopotan atribut yang selalu kita kenakan secara berlebihan untuk mencipta identitas masing-masing. Saya bebas dalam kaos putih polos, rambut buntut kuda (yang kadang hanya disisir jari), but who cares? everybody is busying about theirs too. So, here we are. So naturally blended in thing called dharma. hehe :)

I fell in love with this photo. everyone looks so nice in harmony:)
ini adalah kegiatan setiap siang, sharing bersama teman sekelompok
tentang yang diajarkan tadi pagi.

Jadi pas hari terakhir, saat semua peserta sudah kembali 'berwarna-warni', saya sedikit kaget dan perlu beradaptasi lagi. But it's quite fun, karena bagaimanapun, mereka semua adalah sahabat-sahabat lama yang dipertemukan kembali oleh waktu, lalu bersama-sama belajar menapak di jalan yang benar. From the deepest of my heart, thank you. 

we ended Belabar with hugging each other, saying thank you,
and it just feel soooooo peaceful!


Bertemu dengan Om Salim Lee dan ajaran yang Beliau sampaikan adalah berkah untuk bersentuhan langsung dengan kebijaksanaan yang muncul dari kebaikan hati yang tulus. Beliau membuktikan bahwa dharma mampu dipraktikkan dengan sangat manusiawi, dengan kadar yang pas, dan membuat hidup terasa ringan tanpa harus mengikat dan membatasi diri di sana-sini. 


Thank You, Om. For every little amazing things that you've done,
it turned me into a better person with different point of view now.

Kini, para pendekar sudah turun gunung, meleleh bersama semesta mereka masing-masing. Dan apa bekal yang mereka bawa?

  • Menjadi manusia yang aktif dalam compassion. Tidak hanya "semoga semua makhluk hidup berbahagia." namun turut serta dalam menciptakan kebahagiaan itu. Tindakan membantu orang lain yang nyata, aktif, dan melimpahkan semua kebajikan yang kita perbuat kepada orang-orang yang spesifik, dimulai dari orang terdekat dan yang kita tahu.
  • be groundless. tidak bertumpu pada 'cerita' yang terus menerus kita ciptakan sendiri, namun melihat semuanya sebagaimana adanya. Terus bergerak dan mengalami, dari momen satu ke momen lainnya. Life is Fully Experiencing.
  • Everything is all about first person experience."Ada buku resep memasak lontong opor, namun tidak ada buku tentang cara menikmati lontong opor." so, have it your way. Adakan dan siapkan kondisi-kondisi untuk bahagia, lalu bahagia itu akan hadir dengan sendirinya. Istilah "bika ambon" selalu mengena: siapkan saja bahan-bahannya, ikuti instruksinya, masukkan ke dalam oven. voila! bika ambon nya jadi sendiri! bahagia bukanlah tujuan, bahagia adalah keadaan dimana tidak ada lagi kondisi-kondisi yang membuat kita tidak bahagia.
  • Pentingnya bhavana (menumbuh-kembangkan batin) dalam hidup sehari-hari, karena dengan batin yang lebih berkapasitas, kita memiliki lebih banyak opsi dan kreativitas. Meditasi = doing something by doing nothing. Body like a mountain, breath like wind, mind like sky.
  • Thoughts aren't our problem, the problem is thinking. Amati saja pikiran yang berkelebat tanpa memikirkannya. Seperti mengamati dedaunan kering yang berjatuhan tanpa berusaha mengejarnya.
  • Hidup tanpa penyesalan. "Yes, i've done my best. Anytime." 
  • "Apapun yang kamu putuskan semengerti kamu, dengan itikad yang baik dan tujuan yang bersih, itu sudah menjadi keputusan yang terbaik."
  • BERANI MENGHADAPI APA YANG TELAH KITA LAKUKAN & MENGETAHUI DENGAN JELAS APA YANG MAU DAN HARUS KITA LAKUKAN.
  • ....dan mereka masih bisa memaknai segala yang didapat sesuai apa yang mereka tahu.






"hidup bagai ombak di lautan raya.
selalu naik... dan turun.
jangan hanya terombang-ambing di atasnya,
tanpa tahu apa yang harus dilakukan.

menyelamlah!
dan rasakan betapa tenangnya samudra...

atau tetap berada di atas lautan
sambil menaiki papan selancar.
ombak naik turun, dan kita senang!
woohooo!"



no hope. no fear. no expectation.

Thank you, Om Salim.  
For these splendid and priceless teachings. 

6-11.08.2013 @ Jhana Manggala
&
16.08.2013 @ Apartemen Kusuma Chandra
(Recap Belabar 2013)

5 comments:

Widi Wang said...

我今天也參加類似的活動,也是 om salim lee 帶的, 我覺得非常了不起,能夠讓我們更了解生命的意義,樂在其中,對於生活有更深處的認知與體驗,感恩!
王秋才 widiyanto. - jambi

Nana Takizawa said...

你好,Widi 先生!感恩,感恩,能够遇见 Om Salim 也就是缘分,希望 Om Salim 所分享的可以在我们的生活发挥更大的效果,带给我们的四周没有执著的快乐!:)

Widi Wang said...

Nana takizawa. 女士,你好
感恩, 不曉得何時還有機會能再聽 om salim 的分享,目前工作忙碌,面對社會的現實和壓力,真的需要透過這樣的活動來找到心靈的歸宿,聽了老師的講座之後能讓我調整失衡的心態!

請問,你是om salim 徒弟的成員之一嗎?是甚麼城市的佛堂呢?

Nana Takizawa said...

Widi 先生,感恩!
读了您所打出的字,我感到很欢喜。Om Salim 每次都一直提醒,把我们当作朋友,跟我们分享他所得到的经验和智慧,而我们非常尊重他。我们这边Potowa,是属于Om Salim,在 Lama Zopa Rinpoche 指导下的学佛法的团体,想了解更多可以到 www.potowa.org 查看看。

您在占卑吗?也欢迎您参加那边的团体讨论 :)

Widi Wang said...

是的,我在占碑,歡迎你來占碑的時候聯絡一下。
你還在唸書還是工作了?